Wednesday, February 15, 2017

,

Negeri Para Bedebah - Tere Liye


Judul: Negeri Para Bedebah
Penulis: Tere Liye
Desain dan ilustrasi sampul: eMTe
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama


Blurb:

Di negeri para bedebah, kisah fiksi kalah seru dibanding kisah nyata.


Di negeri para bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah.


Tetapi setidaknya, Kawan, di negeri para bedebah, petarung sejati tidak akan pernah berkhianat.


Non-spoiler summary

Negeri Para Bedebah bercerita tentang Thomas--seorang konsultan keuangan profesional--yang berusaha menyelamatkan bank milik omnya--Bank Semesta--saat dunia lagi mengalami krisis keuangan yang parah banget.


“Ketika satu kota dipenuhi orang miskin, kejahatan yang terjadi hanya level rendah, perampokan, mabuk-mabukan, atau tawuran. Kaum proletar seperti ini mudah diatasi, tidak sistematis dan jelas tidak memiliki visi misi, tinggal digertak, beres. Bayangkan ketika kota dipenuhi orang yang terlalu kaya, dan terus rakus menelan sumber daya di sekitarnya. Mereka sistematis, bisa membayar siapa saja untuk menjadi kepanjangan tangan, tidak takut dengan apapun. Sungguh tidak ada yang bisa menghentikan mereka selain sistem itu sendiri yang merusak mereka.” 




Di awal cerita, diperlihatkan kesibukan Thomas. Dia ini ada acara di London, terus pas pulang ke Jakarta, di pesawat aja diwawancara (yang wawancara namanya Julia, fyi aja haha. Soalnya dia bakal muncul lagi : D Salah satu karakter yang lumayan penting). Dan sampai Jakarta si Thomas langsung ke klub rahasianya. 

Klub rahasianya ini semacam klub tinju gitu. Keren, deh. Yang dateng ke sana enggak bisa sembarang orang. Harus dari rekomendasi orang-orang dalem. Dan di sana itu ada banyak orang-orang penting. Jadi Thomas bisa kenal sama polisi yang pangkatnya udah tinggi, orang-orang penting di imigrasi, dll. Orang-orang ini yang bakal membantu Thomas banget nantinya hhe.




Nah, terus, Thomas dapat kabar kalau rumah omnya--Om Liem--dikepung polisi. Jadi Om Liem ini adalah pemilik Bank Semesta, yang terancam ditutup. Nah, walaupun Thomas ini kesel setengah hidup sama omnya, tapi dia masih sayang sama Opa Liem (kakeknya) dan Tante (istrinya Om Liem). Dan lagi pula, menutup Bank Semesta di saat dunia lagi mengalami krisis ekonomi itu menurut Thomas salah besar. Pokoknya jangan.




Maka, dimulailah keseruan dari buku ini! Thomas bawa kabur omnya dengan akalnya yang keren. Terus cara dia mengecoh polisi pas pertama kali dia kabur aja udah bikin saya nganga. Keren bangetbangetbanget! Ya emang orang kaya sih, sampai nipu aja beli belasan tiket pesawat... tapi itu... keren.

Oke, saya enggak akan cerita banyak soal petualangan Sherina Thomas karena nanti pas kalian baca jadi enggak seru. Intinya, seru banget, lah! Thomas ini selain jago action, akalnya jalan juga. Dia bisa banget memanfaatkan kenalan-kenalannya buat memainkan 'bidak-bidak'nya untuk menyelamatkan Bank Semesta!



Writing

Saya suka sih, sama gaya penulisannya Tere Liye di sini. Sebelum baca Negeri Para Bedebah, buku Tere Liye yang saya baca itu Bumi. Tapi jujur, saya enggak begitu nikmatin pas baca Bumi. Jadilah buku itu saya jual dan enggal lanjut baca Bulan sama Matahari. (Tapi sekarang saya pengin coba baca lagi gara-gara kover barunya indah. hahaha : " tapi... *cek dompet* *menghela napas*.)




Tere Liye berhasil bikin saya penasaran sama apa yang bakal terjadi selanjutnya, apa yang bakal dilakuin Thomas, gimana ending-nya, dll, dll. Pokoknya, saya enggak ada masalah sih sama gaya penulisannya Tere Liye di buku ini. 

Characters

Di sini, saya bakal bahas Thomas, dan sedikit tentang Opa, Julia, dan Maggie.

Seperti yang saya tulis di atas, Thomas itu konsultan keuangan profesional yang (menurut saya) keren. Dia pinter, akalnya banyak, jago ngomong, jago berkelit, dan jago tinju! 



Saya suka gimana Thomas membangun diri yang baru sejak masuk asrama, tapi tetap sayang banget sama Opa Liem! Dan walaupun Thomas sebel banget sama Om Liem, dia tetap berusaha nyelamatin Bank Semesta. Yah, oke, emang enggak sepenuhnya buat Om Liem, sih, tapi kan tetap aja...

"Pengajar sekolah berasrama menghapus riwayat hidupku. Tidak ada lagi nama keluarga di namaku. Hanya satu kata Thomas."

Terus saya juga suka kalau Thomas udah godain Julia sama Maggie. Jadi saya yang baper. Tapi tenang, di novel ini enggak ada unsur romance-nya kok. Tapi kalau disuruh nge-ship Thomas-Maggie atau Thomas-Julia, saya enggak tahu milih yang manaa. Dua-duanya lucu.

..

..

Oke, balik lagi.

Sekarang Opa. Di bayangan saya, Opa ini kakek-kakek yang asyik banget! Saya bisa bayangin kok, gimana bosannya Thomas dengerin cerita Opa yang diulang-ulang terus dari Thomas kecil, tapi tetap tertarik buat dengerinnya.

Dan saya juga suka sama perjalanan hidupnya Opa. Dari yang enggak punya apa-apa, sampai kemudian punya anak yang kaya banget. Waw. Haha.

Opa justru tertawa pelan. "Kau tumbuh jauh lebih tangguh dibanding siapa pun, Tommy. Bahkan berkali-kali lebih tangguh dibanding orang tua ini waktu muda dulu, mengungsi dari tanah kelahiran. Penjahat-penjahat itu telah keliru memilih lawannya."

Sekarang Maggie sama Julia. Saya suka karakter dua-duanya. Sama-sama galak ke Thomas dan awalnya enggak terlalu suka satu sama lain, tapi di akhir buku, mereka udah lumayan akrab gitu. Lucu dehh! Emang model-model cewek bawel yang galak tapi juga sabar kayak mereka yang bisa nyambung sama cowok kayak Thomas. Hahaha.


Plot

Untuk alurnya, jelas saya suka banget. Cerita action model kayak gini itu page-turner abis. Konfliknya terus memuncak sampai di akhir... jeger (?)

Di bagian akhir ada plot twist walaupun sejujurnya, saya udah bisa nebak. Maksud saya itu orang dari awal kelihatan banget mencurigakannya, jadi saya justru bakal kaget kalau dia enggak berkhianat haha.



HAYO SIAPA HAYO HAHA.

Biarpun begitu, di bagian-bagian awal, sebelum masuk ke konflik Bank Semesta, saya kan sama sekali enggak tahu ya, ini buku bakal tentang apa, jadi saya agak bosan. Saya sebenernya udah sempat buka buku ini beberapa bulan yang lalu, tapi saya enggak lanjut baca (berhenti sampai bab satu apa dua gitu), karena waktu itu, saya belum ngerti soal masalah-masalah ekonomi yang dibahas Thomas di sini.

Nah, untungnya, saya dapat mata pelajaran Ekonomi Lintas Minat di sekolah (walaupun saya enggak milih Ekonomi, fyi). Setelah beberapa bulan kemudian belajar Ekonomi lebih lanjut, saya akhirnya ngerti juga Thomas ngomong apa. Yaampun, terima kasih pelajaran Ekonomi Lintas Minat (dan gurunya juga : D).



Terus beberapa adegan di sini kan flashback gitu ya, tapi saya enggak bingung, kok. Tetap bisa ngerti mana yang masa sekarang, mana yang masa lalu.


Other things

Selama saya baca, saya enggak menemukan typo (yay). Walaupun, ada sedikit yang bikin saya agak bingung. Nama akrab Thomas itu Tommi apa Tommy? Well, bacanya emang sama, sih, jadi enggak terlalu masalah, tapi kan agak aneh aja. Iya, kan? Hehe.

Terus ada flashback yang di-italic, dan ada yang enggak. Walaupun kayak yang saya bilang tadi, saya enggak bingung, tapi kan jadi agak gimanaa gitu hehe.

Overall

Secara keseluruhan, saya suka novel ini! Buat yang suka baca novel-novel action, wajib banget baca buku ini! Keren banget parah. Ending-nya juga memuaskan, walaupun sukses bikin saya ngidam baca Negeri di Ujung Tanduk.




Quotes

"Dalam situasi frontal, percakapan terbuka, cara terbaik menanamkan ide di kepala orang adalah justru dengan mengambil sisi terbalik."

--

"Kejam sekali kehidupan. Kejam sekali orang-orang itu."

--

"Orang Cina bijak zaman dulu bilang, tempat yang paling aman justru tempat paling berbahaya, dan sebaliknya tempat yang paling berbahaya justru tempat yang kalian pikir paling aman." 

--

"Bagaimana aku bisa kabur dari mereka? Sama seperti strategi Opa, keluar dari guci besar pada saat yang tepat."

--

"Gelap. Lautan gelap. Yang terang adalah langit, dipenuhi formasi bintang-bintang." 

Stars


Terakhir, saya kasih 4 dari 5 bintang untuk Thomas (yang sempat menyamar jadi) tukang piza yang kejam haha.



2 comments:

  1. Negeri para bedebah keren banget! Suka deh. Endingnya ... ya ampun. Jadi pengen baca sekuelnya, tapi apalah daya kalau nggak ada duit plus nggak ada toko buku di kota (hiks)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa, saya juga pengin baca sekuelnyaa. Tapi belum sempet beli & kata orang enggak begitu bagus

      Delete