Sunday, January 22, 2017

,

The World's Favourite - Agatha Christie


Judul: The World's Favourite
Penulis: Agatha Christie
Penerjemah: Mareta (Lalu Semuanya Lenyap)
Gianny Buditjahja (Pembunuhan di Orient Express)
Maria Regina (Pembunuhan atas Roger Akcroyd)
Desain & ilustrasi sampul: Martin Diana
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
643 hlm



Blurb:

Untuk memperingati ulang tahun ke-125 Ratu Kriminal Agatha Christie, diadakan pengumpulan suara dari seluruh pembaca di seluruh dunia. Ketiga judul inilah yang menempati urutan teratas. Ketiganya mewakili puncak penulisan novel kriminal, padat dengan pembunuhan, ketegangan, dan akhir yang sangat tak bisa ditebak pembaca selama berpuluh-puluh tahun ini. Ketiganya tidak berkaitan, tetapi sama-sama menampilkan kecerdikan Agatha Christie.


Lalu Semuanya Lenyap

And Then There Were None


Sepuluh orang diundang ke sebuah rumah mewah dan modern di Pulau Negro, di seberang pantai Devon. Walaupun masing-masing menyimpan rahasia, mereka tiba di pulau itu dengan penuh harapan, pada suatu sore musim panas yang indah. Tetapi tiba-tiba terjadi serentetan kejadian misterius. Pulau itu berubah menjadi pulau maut yang mengerikan. Panik mencekam orang-orang itu ketika mereka meninggal satu demi satu.


Novel Agatha Christie yang paling mencekam dan menegangkan! Cerita detektif tanpa detektif!


Pembunuhan di Orient Express

Murder on the Orient Express


Tertahan salju di Pegunungan Balkan, para penumpang Kereta Api Orient Express dikejutkan oleh berita mengguncangkan bahwa salah seorang dari mereka telah dibunuh secara keji pada malam sebelumnya. Dihadapkan pada masalah yang harus ditangani lebih cepat daripada langkah kaki si pembunuh dalam usahanya untuk menyelamatkan diri, Poirot tak mempunyai waktu lagi untuk berdiam diri.

Pembunuhan atas Roger Ackroyd 

The Murder of Roger Ackroyd


Mrs. Ferrars meracuni suaminya... Tetapi tidak seorang pun mencurigainya, kecuali pemerasnya... sampai ia bunuh diri, dan meninggalkan sepucuk surat untuk laki-laki yang dicintainya. Roger Ackroyd tidak pernah membaca surat itu sampai selesai... Karena si pemeras telah beralih melakukan kejahatan lain, pembunuhan. Dan tidak seorang pun mencurigainya pula... tidak seorang pun, kecuali Hercule Poirot.



Non-spoiler summary


Ini judulnya non-spoiler summary, tapi saya greget banget pengin nge-spoiler kalian semua! HAHAHA.



Ok. gadeng. Saya bakal jelasin secara singkat aja apa isi buku ini (tanpa spoiler).

Buku ini berisi tiga cerita Agatha Christie yang paling disukai sama pembaca sedunia: And Then There Were None (Lalu Semuanya Lenyap), Murder on the Orient Express (Pembunuhan di Orient Express), dan The Murder of Roger Ackroyd (Pembunuhan atas Roger Ackroyd).

Nah, mari kita bahas satu-satu! : D

Yang pertama Lalu Semuanya Lenyap. Sebenernya, saya udah pernah baca cerita ini lamaa banget. Kalau enggak salah waktu saya SMP. Tapi waktu itu, saya enggak selesai--kayaknya cuma setengahnya aja. Nah baru pas saya baca buku ini, saya selesai baca Lalu Semuanya Lenyap.

Lalu Semuanya Lenyap ini bercerita tentang delapan orang yang diundang ke sebuah pulau oleh orang yang misterius. Mereka semua datang dengan harapan bakal dapat kejutan berhadiah (lol)  di pulau itu. Eh enggak tahunya, mereka malah dibunuh satu-satu. Pembunuhnya pasti salah satu dari mereka, karena pulau itu udah diselidiki sampai ke ujung terujung ujungnya ujung (?) tapi enggak ada orang lagi selain mereka. Pembunuhnya belum ketemu sampai semuanya mati.

SEMUANYA.

SE-MU-A-NYA. OK.

Kalau gitu, siapa yang bunuh? Yang mati terakhir?



Oh ya, kalau kalian denger cerita Lalu Semuanya Lenyap, kalian inget film Hangout-nya Raditya Dika enggak sih? Well, mirip abis ya wkwk (bahkan cara mati korban pertama sama). Sayang banget. Padahal kalau film Hangout ceritanya enggak mirip banget kayak ini, pasti saya suka film itu. Haha.

Oke, OoT. Lanjut.

Sekarang Pembunuhan di Orient Express. Di sini ceritanya Poirot sedang berada di sebuah kereta bernama Orient Express (kebetulan, direktur kereta itu--Monsieur Buoc--adalah teman dekat Poirot dan ada di kereta itu juga). Nah, saat di perjalanan, kereta mereka terjebak salju. Kalau itu belum cukup parah, ada seseorang yang dibunuh di dalam kereta itu.

Pembunuhnya enggak bisa kabur ke mana-mana. Di luar salju semua, pasti bakal kelihatan jejaknya. Jadi, pembunuhnya pasti ada di dalam situ, atau udah keluar dari kereta dengan cara aneh. 

Poirot pun--atas permintaan Monsieur Buoc--menyelidiki kasus ini. Semua orang dia tanyain. Dia selidiki alibinya. Sampai dia akhirnya menemukan siapa pembunuhnya...



Terakhir, Pembunuhan atas Roger Ackroyd yang dituturkan lewat sudut pandang Dokter Sheppard. Jadi suatu hari, Roger Ackroyd dibunuh di rumahnya sendiri malam-malam, tapi enggak ada yang tahu siapa pembunuhnya. Semua petunjuk bertebaran di mana-mana, tapi enggak ada yang bisa mengartikan petunjuk itu kecuali Hercule Poirot!




Poirot yang saat itu ceritanya udah pensiun dan tinggal di rumah sebelah rumahnya Dokter Sheppard diminta untuk menangani kasus pembunuhan ini. Poirot pun menerimanya. Saat semua orang mencurigai orang ini, Poirot dan pikirannya sendiri mencurigai orang lain. Dan akhirnya...




Wrting

Saya selalu suka sama penulisan cerita detektif! Gimana kita dari awal ikut duduk bareng dan nongkrong-nongkrong sama detektifnya, ngelihat petunjuk-petunjuk yang sama, tapi tetep enggak tahu apa-apa. 

Buku ini page-turner parah. Kalian pasti penasaran sama ending-nya dan enggak bisa berhenti buat terus baca HAHA.

Btw, kalau kalian mau tahu, saya sama sekali enggak ngira kalau pembunuhnya itu adalah si itu di Lalu Semuanya Lenyap dan Pembunuhan di Orient Express.

TAPI.

Saya nebak pembunuh si Roger Ackroyd dalam kepala dan BENER!
YAAMPUN SAYA MERASA HEBAT BANGET.



Tapi walaupun udah nebak, tetep aja sih, kaget pas denger penjelasannya Poirot. Keren, lah!

Kalau soal bahasa terjemahannya, saya suka, kok. Enggak ada maslaah. Hehe.

Characters

Sebenernya saya bingung mau bahas siapa di sini. Kalau bahas satu-satu karakter di Lalu Semuanya Lenyap, kebanyakan. Kalau bahas setiap tersangka di Orient Express sama di kasus pembunuhannya Roger Ackroyd, juga kebanyakan.

Jadi... saya memutuskan buat bahas Poirot aja! HEHE.

Sama seperti Sherlock Holmes, Hercule Poirot ini orangnya rada-rada songong dan belagu gitu HAHA. Ya enggak apa-apa, sih, dia pinter. Dan maksud saya bener-bener pinter gitu. Daya analisanya kelewat tinggi.

Saya suka cara Poirot ngomong. Kadang sopan tapi kedengeran banget maksudnya apa. Dia juga pinter menganalisa orang. Waktu dia wawancarin orang-orang di Orient Express, dia itu menyesuaikan pertanyaan-pertanyaannya dengan karakter setiap orang yang dia tanyain. KEREN BANGET ENGGAK SIH.

Ah, pokoknya, para penggemar cerita detektif pasti suka banget sama Hercule Poirot!



Plot

Seperti cerita detektif-detektif lainnya, alur di buku ini juga kayak gitu. Kayak baca puzzle. Penulisnya bikin kita nebak-nebak, nyuguhin berbagai macam petunjuk yang bermunculan, sampai akhirnya kita mendapatkan jawaban yang sebenarnya dan kita cuma bisa..




Other things

Yang saya sayangkan dari buku tebal ini adalah, cukup banyak typo yang saya temukan. Apalagi di cerita terakhir. Tapi enggak apa-apa sih, masih sepele dan bisa dimengerti, kok. hhe.

Overall

Secara keseluruhan, SAYA SUKA BANGET buku ini. Walaupun membutuhkan waktu yang lama untuk dihabiskan, tetapi sama sekali enggak menghilangkan keseruannya!



Quotes


(sebenernya ada banyaak banget, tapi saya lupa nandain, Jadi saya cuma segini aja ya haha.)

"Yang tak mungkin tak bisa terjadi, karena itulah yang tak mungkin harus menjadi mungkin, meski dari segi pandangan tidak demikian."

--

"Itu juga merupakan pegangan saya. Metode, urutan, dan sel-sel kecil berwarna kelabu."


"Sel-sel kecil?" tanya Inspektur Raglan sambil menatapnya dengan tajam.


"Sel-sel kecil kelabu dari otak kita," orang Belgia itu (Poirot) menerangkan. 

--

"Tetapi aku sungguh berkeinginan Hercule Poirot tidak pernah mengundurkan diri dari pekerjaannya dan datang ke tempat ini untuk bertanam buah labu."


Stars

Terakhir, saya kasih 5 dari 5 bintang buat Poirot dan sel-sel kelabu kecilnya! 



omong-omong soal cerita detektif, ada yang udah nonton Sherlock Holmes season 4?




SERU BANGET PARAHH! TONTONAN WAJIB SEMUA ORANG YAAMPUN. WKWK.




1 comment:

  1. Gilak baru tau ternyata Agatha Christie's novels punya tokoh utama detektif yang namanya Hercule Poirot!
    Gue suka banget sama polah songong tapi cerdas parahnya si Holmes yang berpadu dengan Watson yang sabar dan setia.
    Kirain novel2 Ibu Christie ini cerita2 lepas aja tapi ternyata ada tokoh utama detektifnya.
    Baru tertarik baca novel2 karya Ibu Christie krn banyak seriesnya di perpustakaan dan setelah baca review kami jadi makin pengen nelen tumpukan buku2 itu.
    Been such a silent reader but gotta say that love your reviews! <3

    ReplyDelete