Wednesday, January 4, 2017

,

Deessert - Elsa Puspita


Judul: Deessert
Penulis: Elsa Puspita
Penyunting: Dila Maretihaqsari
Perancang sampul: Nocturvis
Penerbit: Bentang Pustaka



Blurb:

Bagi sebagian orang, cinta SMA hanyalah salah satu kenangan masa remaja yang mudah saja untuk dilupakan. Tapi, bagaimana jika ia kembali hadir di masa kini? Dengan sosok yang jauh berbeda daru masa lalu. Lebih tampan, lebih berkharisma, dan lebih berpotensi kembali mencuri hati?


Naya begitu kaget melihat Dewa kembali ke Tanah Air, setelah selama delapan tahun sekolah dan bekerja di Australia. Karena campur tangan Lulu, sahabat sekaligus partner bisnis Naya, pria itu kini membantu mengurusi calon resto baru Naya dan Lulu, sebagai chef pastry. Namun, semuanya jadi tidak mudah. Di tengah kesibukan jelang pembukaan Dapoer Ketje, keduanya justru melancarkan aksi perang dingin dengan ego masing-masing.


Suasana makin diperparah dengan kehadiran Ava, mantan kekasih Dewa yang datang dari Australia. Juga Dipati, mantan Naya yang seorang artis. Perang dingin di antara mereka tampaknya akan meledak, memuntahkan segala ganjalan yang telah tersimpan selama bertahun-tahun. Sesuatu yang menyadarkan mereka bahwa masa lalu itu belum sepenuhnya selesai.

Deessert bercerita tentang Naya, seorang perempuan yang berprofesi menjadi presenter untuk acara kuliner ternama di saluran TV swasta. Suatu hari, karena acaranya berhenti tayang, Naya--yang sekarang bekerja di Jakarta--memutuskan buat balik ke kampung halamannya--Palembang.

Deessert juga bercerita tentang Dewa, seorang laki-laki yang berprofesi sebagai pastry chef di salah satu tempat makan ternama di Sydney. Tapi karena suatu alasan, Dewa memutuskan buat balik ke kampung halamannya--Palembang.

Eh, kok sama?

Iya, lah. Kalau enggak ceritanya enggak bakal mulai.


HAHA, oke gajelas.

Jadi, seperti yang bisa kalian baca di blurb-nya, Naya dan Dewa itu pacaran sewaktu SMA. Kemudian karena LDR dan hal-hal lainnya, mereka putus secara tidak damai. Diceritain abis putus itu, Dewa udah dapat pacar baru bernama Ava. Sedangkan Naya udah beberapa kali pacaran, tapi yang diceritain di sini bernama Dipati.

Waktu Naya pulang ke Palembang, dia diajak sama sahabatnya--Lulu--buat buka restoran bareng Arfan, pacarnya Lulu. Nah, ternyata yang bakal jadi pastry chef sementara di restoran itu tebak siapa...

Hayo siapa...

Iya, DEWA!



Awalnya Naya dan Dewa kayak tegang banget gitu, kan. Musuh-musuhan gitu. Lama-lama, pas mereka udah biasa-biasa aja, eh muncul si Dipati dan Ava.

Huh.

Ya begitu, deh. HEHE. Ayo baca aja kelanjutannya!



Jadi, awal saya baca buku ini adalah karena kata temen saya buku ini bagus, jadi saya penasaran wkwk. Dan waktu saya baca, novelnya enggak mengecewakan : )

Saya suka karakter Naya yang keras kepala, karena keras kepalanya itu menurut saya konsisten dan kocak juga. Lucu kalau lihat Naya ngomel-ngomel sama Dewa.

Terus saya juga suka DEWAA! Dari yang bukan siapa-siapa pas SMA, tiba-tiba jadi ganteng BANGET pas umur 20-an : "

Seenggaknya, ini mengajarkan saya buat jangan nyari cowok di SMA atau nyari yang biasa-biasa aja karena gedenya bisa bermetamorfosis jadi ganteng, sementara yang udah ganteng bakal biasa-biasa aja pas udah gede.

“High school guys only appear hot to high school girls. its something to do with the fluorescent lighting in the classrooms, i think. They're actually really skinny and spotty, and they have giant feet” - Attachments, Rainbow Rowell

FYI--ini enggak terlalu penting, tapi saya cuma mau ngasih tahu aja--baca Dewa entah kenapa mengingatkan saya akan Derek Shepherd tapi versi agak lebih mudaan dikit. Yah, enggak mirip sih. Tapi karena saya abis nonton beberapa episode Grey's Anatomy berturut-turut, mukanya terbayang-bayang terus di kepala saya lol.

Oke, gapenting. Lanjut.

Saya suka banget gimana tahap-tahap pembuatan resto Dapoer Ketje. Berasa terlibat langsung gitu. Asyik banget! HEHE.

Terus alurnya, saya suka. Kayak enggak buru-buru banget buat ngademin Naya-Dewa, tapi enggak kelamaan juga sampai basi. Terus, walaupun cukup bisa ditebak akhirnya, tapi itu sama sekali enggak mengurangi keasyikan (atau kelezatan?) novel ini.

Speaking of kelezatan, makanan-makanan di sini cukup bikin saya ngiler. Good job, Dewa dan Arfan. Wkwk.




Walaupun menurut saya, sayang banget enggak ada kelanjutan cerita sama Dipati. Maksud saya, Dipati baik, kok. Dan kasihan aja gitu dia tiba-tiba ngilang. Kenapa enggak dijelasin misalnya, Naya ngomong apa gitu ke dia buat jelasin hubungan mereka?


hayo, jangan gantungin orang 


Terus ada beberapa hal juga yang bikin saya bingung.

Pertama ada ini:


ini kan ceritanya pas Naya, Dewa, dan Lulu SMA. Di Palembang tahun 2004

Tapi terus..


Pas Naya kerja di Jakarta tahun 2004 juga.

Dan...


pas Dewa kerja juga 2004 


Oke, kedua ada ini:

Pas lagi ngebahas Lulu. Katanya dia kalau pacaran carinya yang matang, biar serius. Terus itu di atasnya juga ada tulisan pacar a.k.a calon suaminya itu udah prediksi dari SMA.

Nah, terus ada ini:


katanya ada CD punya mantan Lulu, entah yang mana. Kesannya kok kayak Lulu udah pacaran sama banyak banget orang gitu, ya? Padahal katanya kan nyari yang serius? Idk.

Oke, mungkin itu aja, sih. Overall, saya suka novel ini, yay! Bener-bener enjoy bacanya ^^

3.75 (iya, greget wkwk) bintang buat Dewa yang nyanyi lagu Dewi HAHAHA.


bagian ini kocak hahahaha! baca bukunya dan kamu akan tahu apa yang saya maksud HHE



0 komentar:

Post a Comment