Thursday, December 22, 2016

, ,

(A Song of Ice and Fire #3) A Storm of Swords - George R. R. Martin


Judul: A Storm of Swords
Penulis: Geogre R. R. Martin
Penerjemah: Angelic Zaizai
Penyunting: Mery Riansyah
Pemeriksa aksara: Westeros Indonesia
Pewajah sampul dan isi: Yhogi Yhordan
Penerbit: Fantasious


Blurb:

"Setiap orang harus mati, Jon Snow. Tetapi, ia harus hidup terlebih dahulu.” 


Perebutan takhta masih terus berlanjut. Dari lima kandidat yang memperebutkan kekuasaan, satu sudah mati, satu lagi tidak disukai, sisanya memasang mata dan telinga untuk menunggu peluang. Joffrey Baratheon duduk di atas Iron Throne dengan gelisah. Saingannya yang paling sengit, Stannis Baratheon, berdiri di kejauhan dengan sisa-sisa harga diri dan pasukan. Robb Stark muda masih kokoh menguasai Utara dari benteng keluarganya. Sementara itu, sang Ratu penguasa naga yang berada di pengasingan, Daenerys Targaryen, siap melintasi dunia menyongsong takdirnya.


Masing-masing klan merasa berhak menduduki kursi penguasa, tanpa sadar ada kekuatan-kekuatan lain di luar Westeros yang juga mengincar negeri tujuh kerajaan itu. Pasukan barbar dari batas terluar peradaban, dan tentara gaib yang bangkit dari kematian. Karena masa depan negeri bergantung pada keseimbangan, tidak ada satu pun yang beristirahat sampai Tujuh Kerajaan meledakkan badai pedang yang sesungguhnya.

A Storm of Ice and Fire merupakan buku ketiga dari serial A Song of Ice and Fire. Serial buku ini kemudian diangkat menjadi tv series Game of  Thrones.



Buku pertama dari serial ini adalah A Game of Thrones yang dilanjutkan dengan A Clash of Kings.

ini versi terjemhannya : )

Nah, jadi sebenernya, A Storm of Swords ini lanjutan aja dari A Clash of Kings. (WARNING: SPOILER BUAT YANG BELUM BACA CLASH OF KINGS oke oke)

BALIK LAGI KALAU UDAH BACA CLASH OF KINGS YAA : ))


Nah, di Clash of Kings, Renly Baratheon kan udah mati, jadi di buku ini, tinggal beberapa raja lagi yang berebut takhta. Joffrey Baratheon masih duduk di takhta besi dan masih sangat amat menyebalkan, tapi Tyrion Lannister si cebol udah bukan Tangan Kanan Raja lagi. Sejak dia sakit gara-gara pertemuran Air Hitam, ayahnya--Tywin Lannister--yang jadi Tangan Kanan Raja. Sementara itu, Pembantai Raja a.k.a Jaime Lannister kehilangan sesuatu yang berharga di sini (apa hayo tebak).






Di pihak Stannis Baratheon, dia masih dikendalikan sama Melisandre dan si wanita api merah menyala-nyala ini makin-makin aja tingkahnya wkwk. 

Sementara itu, Robb Stark kembali ke Riverrun membawa kabar mengejutkan (apa hayo) dan ibunya, Catelyn Stark melakukan hal yang tidak diduga-duga.




Sansa Stark di sini dijodohin dan dinikahin sama seseorang. Arya Stark masih dianggep hilang (walaupun sempet nyaris, yah, begitu. Kalau kalian baca, pasti kalian greget wkwk). Bran Stark masih sama Hodor, Meera, dan Jojen di utara sementara Rickon Stark kabar terakhir di buku sebelumnya masih hidup, tapi tidak kelihatan batang hidungnya di sini.






Jon Snow masih meneruskan pengkhianatan yang diperintahkan Jemari Buntung buat dia di buku sebelumnya. Dan di luar Westeros, Daenerys Targaryen masih berusaha mengumpulkan pasukan untuk menyerang Westeros dengan naga-naganyaa!





Yeey, akhirnya saya baca juga buku ini! Awalnya, saya agak ragu-ragu sih mau beli, karena rentang waktu dari A Clash of Kings diterjemahin ke A Storm of Swords ini kan jauh ya. Jadi udah agak lupa sama keasyikkannya dunia perebutan takhta ini. Tapi akhirnya saya beli juga.

Pas bukunya sampai (saya pesan online), saya lumayan kaget, karena bukunya tebel banget! Haha. 1200 halaman-an dan font-nya lumayan kecil plus kertasnya tipis. Saya pikir, "Wah, bisa buat gebok orang nih wahaha!"

Waktu saya bawa ke sekolah buat dibaca (karena di sekolah juga lagi gabut), temen-temen saya pada kayak, "Buset lo baca kamus?" "Emang segitu bakal selesai?" "Gue lima tahun baca buku segitu." dan sebagainya wkwk.

Awalnya, saya pikir saya bakal lama baca buku ini. Tapi ternyata enggak juga, karena bukunya asyik bangett! Page-turner parah. Saya kira bakal lama dan ngebosenin, karena jujur, itu yang saya alamin pas baca A Clash of Kings. Waktu baca A Clash of Kings, saya itu gampang bosen, walaupun ceritanya seru, tapi gampang bosen--apalagi kalau udah bagiannya Theon Greyjoy wkwk, itu saya bacanya sambil nguap-nguap plus setengah merem hahahah! 

Tapi di buku ini enggak sama sekali! Semua bagian saya sukaaa! Mulai dari bagiannya Arya yang pemberani dan petualangannya bener-bener menjakjubkan we o we lah, terus Samwell Tarly yang lucu-lucu ngegemesin gimanaa gitu (?). Terus bagian Sansa juga saya suka. Walaupun ada saatnya saya sebel sama Sansa karena bertindak bodoh wkwk.



Saya juga suka sama bagian Jon. Saya suka karakter Ygritte hehee!




Terus saya juga suka sama yaah, pokoknya nyaris keseluruhan saya suka banget. Saya suka alurnyaa! Walaupun, George R. R. Martin bener-bener NGESELIN PARAH. Dia suka ngagetin dan bener-bener bikin saya sakit hati sama alurnyaa!

George R. R. Martin, yang kamu lakukan ke saya itu,


JAHAATTT!!

Bagian Daenerys juga keren parah abis banget (?). Naga-naganya udah mulai tumbuh, pasukannya bertambah, aah pokoknya kerenlah! Ibu para nagaa!



Yah, begitulah. Saya enggak mungkin ngerangkum cerita sepanjang ini di sini. Jadi, pasti ada hal-hal penting yang kelewat sama saya, harap maklum : ) Intinya saya sukaa!

Kalau soal versi terjemahannya, saya suka bahasa terjemahannya. Enak dibaca. Walaupun ada typo-typo, tapi enggak apa-apa. 

Cuma ada ini: 




Sayang banget. Biasanya kan awal bab ada gambarnya kayak gini:




Cuma bab tadi aja yang kelewat. Enggak apa-apa sih sebenernya, tapi bisa diperbaiki untuk cetakan berikutnya.

Oke, segitu dulu ya. Saya bener-bener enggak sabar buat buku selanjutnya! Fantasious, ayo cepet terjemahin lagi dooongg heheehe cx

5 dari 5 bintang buat Jon Snow yang enggak tahu apa-apa wkwk.






2 comments:

  1. pesan online nya d mana? saya juga mau pesan. trus udah terbit di gramedia belum?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, udah lupa saya pesan di mana hehe. Tapi sekarang udah ada di gramedia kokk

      Delete