Saturday, July 2, 2016

, , ,

(The Dark Artifices #1) Lady Midnight - Cassandra Clare [spoilers]




Blurb:

In a secret world where half-angel warriors are sworn to fight demons, parabatai is a sacred word. parabatai is your partner in battle. A parabatai is your best friend. Parabatai can be everything to each other—but they can never fall in love.


Emma Carstairs is a warrior, a Shadowhunter, and the best in her generation. She lives for battle. Shoulder to shoulder with her parabatai, Julian Blackthorn, she patrols the streets of Los Angeles, where vampires party on the Sunset Strip, and faeries—the most powerful of supernatural creatures—teeter on the edge of open war with Shadowhunters. When the bodies of humans and faeries turn up murdered in the same way Emma’s parents were when she was a child, an uneasy alliance is formed. This is Emma’s chance for revenge—and Julian’s chance to get back his brother Mark, who is being held prisoner by the faerie Courts. All Emma, Mark, and Julian have to do is solve the murders within two weeks…and before the murderer targets them.



*tarik napas* ok, this is gonna be SOOOO LOOOONGGGG (taunya enggak).

Sebelumnya, siapa tahu kalian enggak tahu, saya udah bikin review non-spoiler. Kalau mau baca, klik ini: http://expellianmus.blogspot.co.id/2016/07/the-dark-artifices-1-lady-midnight.html

Oke, saya asumsikan yang baca review saya ini udah baca Lady Midnight, jadi saya enggak bakal bahas jalan ceritanya secara besar.

Nah, ayo kita bahas karakter-karakternya dulu.

Emma sama Julian udah saya bahas di review non-spoiler, jadi silakan buka link di atas tadi. Sekarang, saya mau bahas karakter-karakter yang lain.


Pertama, ada Cristina Risoles Rosales.


Saya bener-bener suka karakter Cristina. Orangnya nyantai gitu. Enggak suka maksa-maksa dan pengertian. AAAHH. Dan Emma emang butuh temen cewek--karena enggak semua hal bisa dia ceritain ke Julian.

Tapi Cristina ini kan dari Mexico, dan dia cuma sementara di LA. Nah, dia pergi dari Mexico itu karena ada masalah sama orang yang dia sebut 'Perfect Diego'.



Saya lumayan kaget waktu Perfect Diego beneran muncul : " Enggak tahu saya yang receh apa gimana, cuma waktu Diego muncul dan dia terus-terusan dipanggil Perfect Diego sama orang-orang di institut LA, saya ngakak. Lucu aja gitu HAHAHAHA.

Terus, yaa yaa, Diego lucu dan yah, perfect lol. Tapi saya nge-ship Cristina sama Mark. PLIS YA MEREKA LUCU BANGET.

“Are you going to cut my throat?" Mark asked.

"I'm going to cur your hair. Hold still," Christina said.

"As my lady requests.” 





Dan sekarang Mark. OMIGOD. Dari awal Mark muncul, saya nge-ship dia sama Cristina. Ok, jujur, saya awalnya nge-ship dan berharap banget mereka jadian karena saya enggak rela kalau Julian dijodohin sama Cristina. BIG FAT NO.

HEHEHE.

Dan ternyata, mereka beneran lucuuu aaahh. Mark juga lucu dan sangat attractive. bye.

Kalau sama Kieran, ah, saya enggak nge-ship. Ya, kasihan si Kieran, cuma saya udah terlanjur nge-ship sama Cristina. LOL.

Terus hm, Diana Wrayburn.



Awalnya, saya curiga sama Diana. Soalnya sebelum saya baca Lady Midnight, saya udah nonton + baca review orang-orang, dan banyak yang bilang kayak 'don't trust anyone' atau apalah. Ya, siapa tahu aja kan, Diana yang berkhianat?

TAUNYAA : """

Ok. Kita ke sana nanti.

Walaupun, saya juga masih penasaran sih, sama si Diana ini. Kenapa dia enggak cerita aja sama anak-anak Blackthorn + Carstairs + Rosales kalau dia udah tahu siapa the Guardian? LIKE HELLO YOU CAN SPEAK. Kalau misalnya enggak mau ngasih tahu rahasia, kan, at least, you can tell them to be careful. I MEAN, itu anak-anak lu main sama the Guardian.

Tapi, jujur, saya penasaran sama Diana ini. Dia ngapain ya di Thailand? Semoga bukan operasi plastik..

Daan, Malcolm.



Saya kira, Malcolm itu warlock yang baik hati, penerus Magnus Bane yang penyayang. Taunya..




dia the Guardian.




Dan iya, semuanya jadi nyambung setelah itu. Dia si hopeless romantic... yang enggak pernah bener-bener bantu mereka... ah, KENAPA KAMU TEGA MALCOLM.

Malcolm, yang kamu lakukan ke saya itu.


JAHAAATTT!!!

Terus hm, Kit!




Gadeng boong. Maksudnya Kit Rook.




Waktu prolog dibuka sama sudut pandangnya Kit, saya bertanya-tanya siapa sih ini Kit. Bikin laper aja. Dan waktu di akhir-akhir dia ngirim Emma SMS, saya pikir, apaan si ini anak ganggu bener.

Lah, pas adegan loncat ke rumahnya Kit, dan Emma dateng sama cewek lain, saya enggak tahu itu cewek siapa.

Pas saya balik halaman, taunya itu TESSA GRAYY : "

Dan pas terus dibilang ada satu orang lain dengan rambut hitam, dll, saya langsung tahu... JEEEMM!


Dan pas Tessa manggil Kit pakai nama Christopher HERONDALE, saya cuma bisa






JADI SELAMA INI JOHN DAN KIT ROOK ITU HERONDALE. DEMI APA.

Jadi... ada cowok HERONDALE di cerita ini dan SAYA BARU TAHU. HUHH.

Katanya sih, cerita tentang hilangnya ini ada di Shadowhunters Academy, saya belum bacaa : " *nangis di pojokan*

TAPI TETEP AJA. MIND BLOWN GUYS.

Oke, kalau buat adek-adeknya Julian, saya suka mereka semuaa! Mereka semua punya karakter unik masing-masing dan saya sayang sama mereka! AAA




Terus buat alurnya, gila saya suka banget! Penyelesaiannya ada di cerita gitu. WAO. Tapi ya, walaupun Emma udah buang Malcolm ke laut, saya ENGGAK PERCAYA DIA UDAH MATI KECUALI BADANNYA UDAH DIPOTONG-POTONG DI DEPAN SAYA. (Ok. serem.)

Maksudnya, PLIS, amanat baca cerita ini adalah, jangan terlalu berharap, apalagi sama nasib warlock kayak Malcolm. I mean he's a warlock yang udah hidup berapa ratus tahun. He can survive. AAAH.


“People are more than one thing. Warlocks, no less. I would not even hesitate to say that Malcolm once did much good, before he did evil. It is one of the great lessons of growing up, learning that people can do both.” 


Selain ituu, novel ini juga bikin saya nangis pas bagian Emma pingsan abis dicambuk : " terus dia mimpiin orangtuanya OOOHHH. Dan pas Mark bilang, dia lebih milih keluarganya daripada Wild Hunt : ""


Oke, terus, let's talk about love! AHA AHA AHA


YAAMPUN, Cassandra Clare lagi-lagi bisa bikin love story yang bikin saya pengin bikin kolam air mata.





Dari awal saya udah tahu (who doesn't duh) kalau Emma sama Julian bakal ada rasa gitu. Dan YAAMPUN, segalanya bener-bener bikin nyesek dan baper dan senyum-senyum sendiri (??)





Saya bener-bener teriak, pas Julian nyium Emma di pantai dan selanjutnya, selanjutnya, selanjutnyaa. SAYA SAMA SEKALI ENGGAK NGIRAAA AAAAAAHHH.

Terus yang pas Julian nunjukkin ruangan penuh sama lukisan Emma, sebenernya itu agak serem, sih...

“How long have you been drawing me?”

He sighted. A moment later his hand came to rest in her hair. His fingers twined in the strands. “My whole life.”


Tapi pas Julian ngomong ini, saya keselek. Mau nyemplung ke buku terus meluk-meluk Julian (?)


“Why all these paintings of you? Because I'm an artist, Emma. These pictures are my heart. And if my heart was a canvas, every square inch of it would be painted over with you.” 


Dan di akhir-akhir, pas Julian sama Emma mau ngebahas soal gimana mereka nyembunyiin hubungan mereka, saya udah kayak YASS BODO AMAT, if there's a will there's a way, lah, ya.

Tapi terus, Jem jelasin ke Emma kalau sesama parabatai itu ngerasain cinta lebih dari buat keluarga, atau temen, intinya, romantic love, kekuatan mereka bakal tambah besar dan mereka jadi jahat, gila, et cetera.

HUH.

“You'll fix me, because we're parabatai. We're forever.”

Iya, sih, masuk akal, pas Emma bisa nyembuhin Julian pakai rune yang harusnya gabisa, dan pas Julian ngasih rune ke Emma dan rune-nya berpendar...

tapi kan... it means THEIR LOVE IS REAL. IS REAL. NOT WAS REAL. IS.


“We are bound together, Emma, bound together—I breathe when you breathe, I bleed when you bleed, I’m yours and you’re mine, you’ve always been mine, and I have always, always belonged to you!” 





OK.

Bisa enggak sih, mereka pacaran atau apa kek, tapi enggak usah ngasih-ngasih rune satu sama lain?;-; BISA KAN?

*maksa*

Oke, terus Emma kan mau bikin Julian jauhin dia, dan Emma enggak bilang kenapa, bekos Jem bilang:

"Being told that love is forbidden does not kill love. It strengthens it."


Dan Tessa bilang:


"It's easier to end someone else's love for you than kill your love for them. Convince them that you don't love them, or that you are someone they cannot respect."


Saya mikir, ini endingnya kayak di Clockwork Angel pas Will mau bikin Tessa marah sama dia. Tapi terus, endingnya Tessa sama Will juga kaan? (ya, sebelum meninggal dan saya nangis seratus ember).


“Emma,” he said, reaching for her hand. “I will never, never give up on you.”

It was a strange irony, she thought, a terrible irony that because she loved him so much and knew him so well, she knew exactly what she had to do to destroy everything he felt for her, in a single blow.

She pulled away from him and started back toward the house. “Yes,” she said. “You will.” 


Cumaa, saya enggak bisa mikir ini jalan keluarnya gimana : " kalau pas kutukan Will sama masalah kakak-adeknya Jace-Clary, kan bisa aja salah. Tapi mereka udah upacara bendera parabatai juga...

Bisa gak sih, mereka pakai portal ke masa lalu? Jadi mereka enggak usah jadi parabatai? : "

Atau ayo, samperin Hermione! Minta time turner!





Habis itu kita balik ke City of Heavenly Fire dan ketok kepala Julian pas dia bilang:

“We could—” he started, then stopped, swallowed, and started again. “We could become parabatai.” 

He said it shyly, half-turning his face away from her, so that the shadows partially hid his expression. “Then they couldn’t separate us,” he added. “Not ever.” 

Emma felt her heart turn over. “Jules, being parabatai is a big deal,” she said. “It’s—it’s forever.” 

He looked at her, his face open and guileless. There was no trickery in Jules, no darkness. “Aren’t we forever?” he asked.

Terus endingnya, Emma ngajakin pacaran boongan dan Mark bilang, "Why lie?" itu...





Saya langsung kayak




MAKSUDNYA APAAA. GILA NGAJAK MATI YA BOCAH.

Semuanya bakal kacaauu AAA. Nanti Julian ngira ini, Cristina ngira itu, belum lagi ada Diego. WOIII.

Ok. Ayo kita nantikan saja.

Dan terus, di epilognya, Annabel bangun




Gimana dia bisa bangun? Emang ada darah Blackthorn? Tapi AAAAH NOOO plis ni orang udah mati nyusahin aja ya;--;;

Terus, hm, oh yaaa! Satu lagiii!

Saya suka banget pas tokoh-tokoh dari TMI atau TID nongol. Apalagi kalau disebutin pakai sudut pandang orang lain.


“Jace Herondale and Clary Fairchild ran the New York Institute.”


Kayak keren aja gitu LOL. Dan di bonus chapter-nya, wauuu, DEMI APA SIMON NGELAMAR ISABELLE DAN JACE NGELAMAR CLARY : """




Oke, mungkin segitu dulu aja, yaa. AHH, ayo kita nunggu Lord of Shadows keluar gengs : "

Terakhir, kayak yang udah saya bilang, tetep 5 dari 5 bintaang!



2 comments:

  1. hai..

    aku suka baca review punyamu. lucu banget cara reviewnya.

    Jadi ceritanya aku sudah baca selesai TMI. dan penasaran soal julian dan emma. karena di ending city of heavenly fire, ada tessa dan jem yang ungkit".

    so, aku cari review orang' dan kayaknya bagus ya.

    aku tipe orang suka spoiler, karena ada spoiler itu jd buat aku tambah pengen baca bukunya. hoho

    thanks buat spoilernya.

    ditunggu review yang buku ke 2 ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAHAHA terima kasih yaa. Btw aku baru nemu orang yang suka kena spoiler hehehe x D okeokee

      Delete