Sunday, July 10, 2016

,

Insecure - Seplia


Judul: Insecure
Penulis: Seplia
Editor: Midya N. Santi
Proofreader: Ayu Yudha
Desain sampul: Orkha Creative
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama



Blurb:

- Zee - Jangan menatap luka dan memar di tubuhku. Jangan berani bertanya apa yang terjadi. Menjauh saja dariku. Hanya dengan begitu, aku merasa aman.


- Sam - Meski orang lain menganggap otak gue nggak guna, setidaknya tubuh gue selalu siap menjadi tameng untuk melindungi orang-orang yang gue sayang. Buat gue, itu lebih dari sekadar berguna!


Zee Rasyid dan Sam Alqori satu bangku di tahun terakhir SMA mereka. Sikap Zee yang tertutup perlahan melunak dengan kehangatan yang ditawarkan Sam.


Apalagi ketika Zee melihat kondisi keluarga Sam yang sederhana, berbeda jauh dari kehidupannya dengan sang mama.


Pelan-pelan kedekatan Zee dan Sam membuat kepribadian masing-masing berubah. Hidup yang mereka jalani tak lagi terasa aman.

Novel Insecure ini bercerita tentang kehidupan Zee (bukan susu, ya, plis) dan Sam (untung namanya bukan HiLo).

Zee ini orangnya tertutup--dan bukan tanpa alasan. Zee mengalami kekerasan di rumah, makanya di tubuhnya suka ada luka dan memar gitu. Tapi karena suatu alasan, dia enggak mau ditanya-tanya sama orang.

Sam, di sisi lain, orangnya konyol, terbuka, ceria, dll, dll. Walaupun, kehidupan di rumahnya juga enggak bahagia-bahagia banget. Enggak kayak Zee--yang kaya--Sam itu bisa dibilang, miskin. Udah gitu, bapaknya suka mukul-mukulin ibu dan saudaranya.

Nah, Sam itu deket sama Zee. Awalnya cuma buat minta sontekan dan sebangsanya--karena Zee pinter, dan Sam model murid yang begini:



Tapi Sam lama-lama ya, jadi suka gitu sama Zee. Zee juga nyaman sama dia. Sama Sam, Zee lebih terbuka.

Latar waktu cerita ini, pas Zee sama Sam akhir kelas 12, jadi udah mau UN dan mulai mikirin nanti mereka mau lanjut ke mana. Di sini, kelihatan banget kegundahannya Vini (teman yang udah kayak saudaranya Sam) pas dia mau milih jurusan. Vini itu ceritanya pinter, tapi kayak Sam, dia kurang mampu.

"Mereka yang bisa di semua bidang akan ragu ketika diminta menekuni satu bidang saja."

Selain karena dia pinter nyaris di semua bidang, dia enggak yakin kesukaannya dia (dibidang sastra dan sebangsanya) bisa menghasilkan uang yang banyak untuk keluarganya. Begitulah gengs.

Terus Sam juga bingung. Dia mau kuliah, tapi gaada biaya. Ayahnya jarang pulang (dan tidak diharapkan), sementara ibunya cuma jualan mi ayam.

Ya, intinya begitu, lah. Kelanjutannya, dibaca sendiri, ya. Saya enggak mau spoiler HEHEHE.



Saya beli novel ini karena emang banyak banget yang ngomongin HAHA. Saya sih, belom baca Replay (novel pertamanya Seplia) yang katanya bagus, tapi ya, udahlah, saya baca ini dulu aja HEHE.


novel pertama Seplia


Alasan lain saya beli novel ini adalah, COVERNYA BAGUS GENGS : """ Kalau kalian baca tulisan saya yang ini: The Secret Dreamworld vs Confessions (UK vs US Cover) - Sophie Kinsella, kalian akan tahu saya sangat mempertimbangkan cover. Cover itu segalanya bekos i do judge a book by its cover HHE.

Dan pas saya mulai baca, ceritanya yaa, ngalir. Walaupun awal-awal, sempet agak bingung gara-gara ganti-ganti sudut pandang (sudut pandang Zee sama Sam), tapi lama-lama biasa aja. Walaupun sampai akhir baca, saya ngerasa bahasanya agak kaku kuku kakek kakakku.

Selain itu, ada ini:


harusnya itu Wuthering Heights HEHEHE. Kurang s doang sih, cuma pas baca, saya kayak gatel gitu (?) wkw. btw, HEATHCLIFF, CATHERINE EARNSHAW, DLL, DLL Bagus banget Wuthering Heights yaampun : "" ((oot))

Sama ada yang bikin saya bingung:


katanya, Jo manfaatin Vini buat dapet nilai bagus di UN. Lah, mereka kan pacaran sebelum UN, gimana Jo bisa tau mereka bakalan satu paket pas UN?

((Jangan-jangan Jo demigod anak Apollo yang bisa meramal, terus dia jadi the next Oracle of Delphi--gantiin Rachel /gak/))


Terlepas dari itu, novel ini bagus! Mata saya enggak nangkep typo. Walaupun ada tanda baca dan kayak spasi gitu yang salah, but its ok wae ya.

Kalau tokoh-tokohnya, ya, saya rasa cukup konsisten dan lumayan kuat. Walaupun saya enggak ngerti sama Ibi WKWK. Kenapa pas pertama kali nongol engkau harus jual mahal, Nak? Sok sok cool gitu? Untung ganteng ya kao, kalau enggak saya pites kayak kutu (??). HAHA. Gadeng.

Sama saya juga enggak ngerti sama Ibu Imari. Iya, Bu, saya tahu Anda baper karena Zee keterlaluan, tapi kan sebagai seorang guru, masa Anda tega pas tahu murid Anda bener-bener mengalami kekerasan di rumah?

sedih hatiku (??)

Kalau masalah alurnya, sih, enggak kelambatan dan enggak kecepetan juga. Menurut saya, novel ini lebih ke penyelesaian masalah. Soalnya, masalah-masalahnya kan (kayak KDRT, kekerasan di rumah Zee, jurusan, dll, dll) itu udah dimulai sebelum novelnya mulai (?) jadi ya, lebih banyak penyelesaiannya di sini.

Tapi penyelesaiannya saya suka. Apalagi pas Sam memutuskan cita-citanya itu. Ini jadi bagian kesukaan saya hehe. Sukaa!




Pelajarannya juga banyak! Ini saya taruh beberapa kutipan yang saya suka

"Lo harus yakin dengan jalan yang lo pilih hingga membuat orang mengakuinya. Atau kalau tidak, lo akan gagal dan membuktikan perkataan oranglah yang benar."

--

"Hidup bukan susunan kalimat teratur yang sesuai kaidah."

--

"Ternyata kita tidak bisa belajar untuk mencintai, sebab hati kita akan mencintai dengan sendirinya. Jauh dari dalam lubuk hati ini, kita tahu sebenarnya kepada siapa hati kita memilih jatuh." 

--

"Aku tidak perlu menyenangkan orang lain agar mau berteman denganku. Pertemanan akan terbentuk dengan sendirinya jika kita saling membutuhkan dan melindungi."
--

"Kita bisa belajar lebih kuat dari pengalaman buruk. Jadi sosok yang lebih baik ke depannya."
--

Oke, mungkin segitu dulu.

Terakhir, saya kasih 3 dari 5 bintang buat mi ayam ibunya Sam /loh/ /ini kode minta ditraktir/ /kemudian ditabok Zee/




1 comment:

  1. Hai hai, whoa, ada yang notis kalau itu salah Wuthering Heights ya, oke aku ada teman =))

    Well, aku juga tipe orang yang suka menjudge buku dari covernya, dan harus kuakui buku ini covernya keren :)

    ReplyDelete