Wednesday, June 29, 2016

,

Autumn in Paris - Ilana Tan


Judul: Autumn in Paris
Penulis: Ilana Tan
Ilustrasi & desain sampul: Orkha Creative
Cetakan ke-29, Maret 2016



Blurb:

Tara Dupont menyukai Paris dan musim gugur. Ia mengira sudah memiliki segalanya dalam hidup… sampai ia bertemu Tatsuya Fujisawa yang susah ditebak dan selalu membangkitkan rasa penasarannya sejak awal.


Tatsuya Fujisawa benci Paris dan musim gugur. Ia datang ke Paris untuk mencari orang yang menghancurkan hidupnya. Namun ia tidak menduga akan terpesona pada Tara Dupont, gadis yang cerewet tapi bisa menenangkan jiwa dan pikirannya… juga mengubah dunianya.


Tara maupun Tatsuya sama sekali tidak menyadari benang yang menghubungkan mereka dengan masa lalu, adanya rahasia yang menghancurkan segala harapan, perasaan, dan keyakinan. Ketika kebenaran terungkap, tersingkap pula arti putus asa… arti tak berdaya… Kenyataan juga begitu menyakitkan hingga mendorong salah satu dari mereka ingin mengakhiri hidup...

Setelah baca Summer in Seoul (review klik di sini) saya penasaran dan pengin baca musim-musim lainnya. Akhirnya, setelah baca beberapa buku, saya baca Autumn in Paris.

Setelah Summer in Seoul yang konfliknya datar kayak papan setrika, dan ceritanya terkesan ringan, cerita yang ini agak lebih berat dan konfliknya lebih mantap.

Autumn in Paris bercerita tentang Tara Dupont--cewek keturunan Indonesia dan Prancis (sepupunya Sandy yang di Summer in Seoul). Tara ini cewek yang cerewet, ceria, dan kepoan.

Di awal cerita, diceritain Tara makan sama sahabatnya--Sebastien. Pas lagi makan, Sebastien bilang, dia ngundang temennya makan bareng mereka. Si Tara langsung jadi bete berat, karena dia kan, penginnya makan berdua sama Sebastien.


bau-bau friendzone nih wkwk. GADENG. Ini bukan cerita Tara-Sebastien kok gengs

Kemudian, datanglah teman Sebastien. Namanya Tatsuya Fujisawa. Dia orang Jepang, yang wajahnya ramah dan menarik. Tapi, ada sesuatu dari Tatsuya yang bikin Tara kayak keinget sama sesuatu gitu. Dia emang kepo, cuma karena udah terlanjur bete sama Sebastien, si Tara enggak berniat ngomong banyak-banyak.

Eh, tanpa disengaja, beberapa hari kemudian, Tara ketemu lagi sama Tatsuya pas mau makan siang. Waktu itu, Tara lagi sendirian, dan Tatsuya juga sendirian, akhirnya mereka sendirian bersama makan bareng dan janjian buat jalan-jalan besoknya.

Dari situ, mereka jadi lebih deket. Dan ya, seperti yang ada di blurb, Tatsuya itu ceritanya enggak suka Paris sama musim gugur karena dua hal itu mengingatkan dia sama ibunya. Dan dia ke Paris itu pengin mencari seseorang yang berkaitan dengan ibunya.

Ternyata, orang itulah yang jadi biang kerok benang pehubung Tara dan Tatsuya ke kenyataan yang tak bisa dihindari.


EAAA TSADESST (??)

Pertama kali saya baca blurb-nya, jujur aja, saya kurang tertarik. Pertama, dari kalimat yang menyatakan kalau Tatsuya benci Paris dan musim gugur. Di bayangan saya, saya kira si Tatsuya punya masa lalu kelam atau apalah. Saya enggak terlalu suka cerita yang ada masa lalu kelamnya. Apalagi kalau sampai berlebihan. LOL.

Tapi ternyata enggak! Pas saya mulai baca, saya lagi-lagi, suka sama bahasanya Ilana Tan. Ceritanya juga padat dan ngalir. Enggak bertele-tele, tapi enggak kecepetan juga. AAH SUKAA.

Terus saya juga sukses dibuat senyum-senyum sama Tatsuya AAAA dan saya juga nangis di akhir-akhir : ""

“Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia. Sesederhana itu.”

Saya juga enggak nemu typo. Entah ada atau enggak ada. Cuma kalau ada, berarti saya terlalu tenggelem di dalam ceritanya sampai enggak lihat typo.

Cuma, kalau kayak kesalahan gitu, masih ada, sih. Tapi dikit banget.

Misalnya ini:


Agak membingungkan. Menurut saya, 'tapi'-nya dihilangkan saja. Atau 'yang'-nya dihilangkan. 

Dan ada ini:


baca kalimat yang saya beri garis bawah

Terus baca ini:


tadi katanya sama aja? Terus di sini dibilang dapet perhatian utama. Ya, berarti beda, dong?

Mungkin itu aja. WKWKW.

Oh ya, saya kan baru baca Summer in Seoul dan Autumn in Paris, jadi saya enggak tahu gimana sama Winter in Tokyo dan Spring in London--tapi kok, di dua novel yang udah saya baca, dua-duanya ada kecelakaannya ya? ;-; sama lagi, kecelakaannya bikin si anu ke negara lain.

Hm.

Tapi tak apa, lah. Kasihan aja tokohnya Ilana Tan kalau dibikin kecelakaan mulu. Wkkwk

Dan btw, di blurb kan ada tulisan 'mendorong salah satu dari mereka ingin mengakhiri hidup' hm, menurut saya itu agak berlebihan.-. iya, emang ada. Tapi enggak ditonjolin amat kok diceritanya. Ya, bisa aja sih, ditaruh di blurb kayak gitu, buat menggambarkan betapa depresi si tokoh itu karena masalahnya. Cuma pas baca blurb-nya, saya mikir bakal ada masalah-masalah bunuh diri atau apalah. Enggak, kok. Lagi-lagi kayak blurb-nya Summer in Seoul. LOL.

“Seandainya masih ada harapan - sekecil apapun untuk mengubah kenyataan, ia bersedia menggantungkan seluruh hidupnya demi harapan.”

Aah, saya sebenernya pengin naruh kutipan-kutipan lain. Cuma ntar jadinya malah spoiler. Jadi, saya bakal taruh kutipannya di post khusus pembahasan buku ini yang ada spoiler-nya.

Iya, buat yang udah pernah baca Autumn in Paris atau yang belum baca tapi punya jiwa nekat (?) dan pengin baca ocehan saya soal novel ini yang mengandung spoiler, silakan klik http://expellianmus.blogspot.co.id/2016/06/autumn-in-paris-ilana-tan-spoilers.html

Terakhir, saya kasih 4 dari 5 bintang buat Tara!


TARAA! Eh, Taro maksudnya ((udahlah, anggep Tara aja))

0 komentar:

Post a Comment