Friday, May 27, 2016

,

Confessions of a Shopaholic - Sophie Kinsella



Blurb:
MEET BECKY BLOOMWOOD, AN IRRESISTIBLE HEROINE WITH A BIG HEART, BIG DREAMS --- AND JUST ONE LITTLE WEAKNESS ...
Becky Bloomwood has what most twenty-five-year-olds only dream of: a flat in London's trendiest neighborhood, a troupe of glamorous socialite friends, and a closet brimming with the season's must-haves. The only trouble is, she can't actually afford it --- not any of it. Her job writing at Successful Saving magazine not only bores her to tears, it doesn't pay much at all. Still, how can she resist that perfect pair of shoes? Or the divine silk blouse in the window of that ultra-trendy boutique? But lately Becky's been chased by dismal letters from Visa and the Endwich Bank --- letters with large red sums she can't bear to read --- and they're getting ever harder to ignore. She tries cutting back; she even tries making more money. But none of her efforts succeeds. Her only consolation is to buy herself something ... just a little something ...
Finally, a story arises that Becky actually cares about, and her front-page article catalyzes a chain of events that will transform her life --- and the lives of those around her --- forever.




Haloo! Jadi ini sebenarnya buku bahasa Inggris tapi saya mau bahasnya pakai bahasa Indonesia aja ya. wwkwk.

Oke, saya mau cerita dulu ya (yawn, yawn yawn) sebenernya saya udah lamaa penasaran sama seri Shopaholic ini. Awalnya saya tahu seri ini karena guru saya pernah nyetel filmnya di kelas. Waktu itu saya nonton, tapi udah lamaa banget. Sekitar 3 abad tahun yang lalu, jadi saya udah lupa sama cerita filmnya.

Terus, beberapa bulan yang lalu, saya baca I've Got Your Number-nya Sophie Kinsella. Ini buku Sophie Kinsella pertama yang saya baca dan saya langsung jatuh ke lubang buaya cinta sama buku ini, Kocak abis, terus Sam Roxton... (oke, kapan-kapan saya bahas buku itu).

Intinya, abis baca I've Got Your Number, saya pengin baca novel Sophie Kinsella yang lain. Nah, karena I've Got Your Number punya saya itu yang terbitannya Black Swan, saya mau semua novel Sophie Kinsella yang saya punya terbitannya Black Swan (biar matching gitu wkwk). Mulailah saya mencari novel pertama dari seri Shopaholic ini yang judulnya The Secret Dreamworld of A Shopaholic atau Confessions of a Shopaholic. Versi awalnya emang yang The Secret Dreamworld. Yang Confessions itu versi US-nya (CMIIW). Selain seri Shopaholic, saya juga nyari novelnya yang Can You Keep a Secret, sih.

Terus suatu hari, saya ke salah satu toko buku impor dan nemu seri Shopaholic berjejer. Sayangnya, itu versi US terbitannya Dell. Padahal, saya nyarinya yang Black Swan. Cuma saya juga nyadar sih, dari pengalaman saya keliling dunia toko buku impor, terbitannya Black Swan jarang banget. Akhirnya, karena saya udah penasaran setengah hidup dan mati, saya beli deh yang versi Dell ini (covernya kayak foto di atas).

Baca juga di blog saya: The Secret Dreamworld vs Confessions (UK vs US Cover) - Sophie Kinsella

Oke, sekarang mulai bahas bukunya.

Ceritanya itu dimulai dari surat tagihan bank. HAHA. Kreatif sekali. Dan khas Sophie Kinsella banget, awalnya panik. (Sok-sokan ngomong khas, padahal baru baca dua novel Sophie Kinsella).

“Ok. don't panic. Don't panic. It's only a VISA bill. It's a piece of paper; a few numbers. I mean, just how scary can a few numbers be?” 



Nah intinya, si tokoh utama alias Rebecca Bloomwood punya utang sama bank gitu, deh. Dia udah overdraft, tapi sayangnya, dia enggak bisa nahan dirinya sendiri. Dia terus beli ini-itu. Ironisnya, dia kerja sebagai jurnalis keuangan. LOL. Dan setiap ke acara-acara resmi yang berkaitan dengan keuangan, bukannya ngeliput, biasanya dia cuma ngangguk-ngangguk sambil numpang minum.

“I love new clothes. If everyone could just wear new clothes everyday, I reckon depression wouldn’t exist anymore.” 

Lama-lama, dia panik sama tagihan banknya. Segala cara dia cobain, mulai dari lotre (dia udah yakin banget bakal dapet dan udah bayangin mau beli apa aja, ngitung sisa uang dia kalau beli ini-itu pakai uang yang bahkan belum ada), cutting back (berhemat gitu), make more money (kerja di toko baju tapi... parah deh pokoknya. HAHAHA), sampai nge-date sama multimillionaire. Kocak abis.

Selain itu, di cerita ini ada romance-nya, kok. Cuma saya enggak mau spoiler. Soalnya ini yang bikin saya guling-guling sambil cekikikan enggak jelas tanpa tujuan gitu. Wkwkwk. Tapi, romance-nya enggak sebanyak di I've Got Your Number. Karena cerita ini, emang enggak fokus ke romance. Tapi tetep ajaa, aaaaaa, deskripsinya Sophie Kinsella waktu....

OK, stop.

Btw, cerita ini bagus banget! Enggak nyesel deh beli, walaupun bukan yang Black Swan. EHE. Tokohnya tolol abis (khas Sophie Kinsella), dan pokoknya kadang saya sampai mikir, "INI ORANG NGAPAIN WOYYY?!" atau saya suka tiba-tiba nutup buku terus bilang, "Saya stop baca. Malu-maluin abis. Enggak kuat." Ya, walaupun terus saya lanjutin juga, sih. Wwkwk.

Sayangnya, di tengah-tengah, menurut saya cerita ini agak membosankan. Dan si Rebecca ngenes banget gitu di tengah-tengah. Cuma, kayak Poppy di I've Got Your Number, si Rebecca ini suka banget bikin masalah sendiri. Sumpah. Enggak ngerti lagi. (Tapi tetep kocak parah.)

“Everyone's moving on without me, into a world I don't understand.” 

Tapi, kayak di I've Got Your Number juga, Sophie Kinsella suka naruh sesuatu di bagian depan yang kadang enggak kita sadari, habis itu hal itu muncul di entah halaman berapa dan kita kayak:



Terus ending-nya... saya sukaa! Saya suka gimana Rebecca nemu sesuatu yang menarik perhatiannya, dan mulai dari situ, semuanyaa... ah, kalian baca aja deh : " Keren banget. Dan lagi pula, saya lagi demen baca ChickLit jadi yah, saya tambah sukaa wkwk.

Selain itu, walaupun dibawain dengan santai dan sebagainya, cerita ini juga punya banyak nilai-nilai yang bisa kita ambil. Misalnya ini:

“We all fail to appreciate each day just how much we already possess. Light, air, freedom, the companionship of friends.”

Dan ini:

“And maybe now you'll start treating everybody with respect. Not just the people you think are important.” 

Dan ah, banyak deh. Saya sampai lupa wkwkw.

Oh ya, rencananya, begitu saya selesai baca buku ini, saya mau nonton filmnya, dan saya nonton. Tapi baru sekitar 12 menit, saya berhentiin karena dari awal aja udah beda--latarnya di New York (kalau di bukunya di Jakarta London). Dan beda aja deh, pokoknya. Jadi, karena saya lagi mau nahan-nahan cerita bukunya di dalam otak saya, saya berniat ngelanjutin filmnya ntaran aja wkwk.

Dan satu lagii, saya mau lanjutan buku ini yang judulnya Shopaholic Takes Manhattan : "" (Atau versi aslinya Shopaholic Abroad.)
Tapi gini, ehm, saya punya lebih dari 15 buku numpuk belum dibaca di rumah.. tapi, saya pengen beli buku lagi.

Oke, saya jadi kayak Rebecca Bloomwood. LOL.

Terakhir, saya kasih 4 dari 5 bintang buat Confessions of a Shopaholic ini : )



0 komentar:

Post a Comment